Konfigurasi Dasar

Setelah menginstall seperti artikel yang lalu, sekarang aku akan mengajari cara melakukan konfigurasi dasar pada Laravel. Ada beberapa konfigurasi yang perlu dilakukan seperti berikut ini:

Public Directory

Dalam sebuah kondisi tertentu, kamu mengembangkan aplikasi Laravel pada sebuah virtual server. Kamu diminta agar user bisa mengakses aplikasimu pada lewat protokol http, port 80 alih-alih harus masuk ke port 8080. Maka kamu harus mengatur web server’s document atau web root ke directory public. Didalam direktori ini, terdapat file index.php yang menangani semua request awal pada aplikasi mu.

../public/index.php

Configuration Files

Semua file konfiguarsi laravel terletak pada direktori config. Semua bagiannya memiliki dokumetasi pada komentar yang ada, jadi kamu bisa secara leluasa melihat contoh penerapan konfigurasinya. Dua file yang paling sering dikonfigurasi di awal adalah database.php dan app.php. Akan aku bahas pada artikel lainnya.

Directory Permisions

Setelah menginstall Laravel, kamu perlu mengkonfigurasi permisions. Direktori didalam storage dan bootstrap/cache harus writeable pada web server mu. Jika menggunakan Linux, gunakan perintah chmod.

Application Key

Langkah selanjutnya adalah mengatur application key dengan random string. Jika kamu menginstall Laravel menggunakan Composer atau laravel Installer, maka application key sudah secara otomatis dibuatkan. Tapi jika tidak (Dalam beberapa kasus kamu menginstall larael menggunakan metode clone dari repository milik orang lain), maka kamu perlu menjalankan perintah berikut

php artisan key:generate

Secara teknis, string harus berisi sepanjang 32 karakter. Application Key dapat diatur pada file .env. Jika kamu belum membuat file ini, maka hal yang perlu kamu lakukan adalah menduplikat file .env.example dan berikan nama .env.

If the application key is not set, your user sessions and other encrypted data will not be secure!