Sudut pandang menjadi programmer


Programmer , sebuah frasa yang memiliki arti tentang sebuah profesi , hobi ataupun status seseorang yang mendalami apapun tentang bahasa pemrograman dan menulis program dengan bahasa itu.

Kata programmer memang sudah sangat melekat di benak masyarakat sosial saat ini. Dalam kamus bahasa indonesia bahasa baku dari programmer adalah Pem.rog.ram » yang membuat program sehingga dapat disimpulkan bahwa tujuan seorang programmer adalah membuat sebuah program entah itu hanya sebuah program pencetak Hello World ataupun program kompleks berskala nasional yang dapat meluncurkan nuklir dari sabang sampai merauke. Intinya hanya membuat sebuah program sehingga seseorang dapat dibilang sebagai Programmer.

☝️ “Interupsi Penulis, Kita bisa dibilang programmer jika kita bisa membuat program Hello World saja? Kenapa bisa seperti itu? Anda mengada - ada ya?”

Terima kasih atas pertanyaannya, memang kalau dipatok bahwasanya programmer adalah orang yang bisa membuat sebuah program asal - asalan mungkin saja terkesan meremehkan Title seorang programmer.

Bahkan ada anggapan jika seorang programmer harus dapat membuat sebuah program yang super power kompleks dalam tempo yang sesingkat - singkatnya. Akan tetapi semua itu tidaklah benar itu hanyalah anggapan masyarakat awam tentang Title ini.

Programmer itu insan yang ingin membuat sebuah aplikasi. Jika insan ini ingin membuat aplikasi yang asal - asalan maka silahkan, membuat program Hello World dengan gabungan iterasi looping yang menampilkan setiap hurufnya, tidak masalah. Semua itu adalah program yang ia buat dan ia layak mendapat Title seorang programmer.

“Jika semua seorang bisa mendapat Title itu dengan sangat mudah, Maka semua orang bisa menjadi programmer, Lalu apa yang membedakan Title Programmer anda dengan saya ?!” 😠

Kembali lagi dari inti pembahasan ini, semua insan yang memiliki Title ini harus bersaing satu sama lain untuk mendapatkan pengakuan dari masyarakat. Lalu seperti apa hasil dari pengakuan itu? bisa dari mendapatkan sebuah pekerjaan, menjadi ketua dari sebuah komunitas programmer, menjadi freelance dengan penghasilan yang lumayan atau menjadi CEO dari StartUp yang ia buat.

Lalu bagaimana mendapatkan pengakuan itu? Skill, Relasi dan Ide

Mungkin terkesan sangat berat untuk dijalani akan tetapi semua perjuangan yang dilakukan oleh Bill Gates dan Jim Geovedi sangat setimpal dengan hasil yang beliau peroleh. Baik, point pembahasan pertama sudah didapat. Saatnya berlanjut ke point selanjutnya.


Bagaimana saat saya menjadi programmer kantoran?


Saya seorang programmer yang saat ini (Saat artikel ditulis) bekerja di suatu perusahaan swasta. Sehari - hari saya berangkat bekerja dari rumah ke kantor dengan estimasi waktu 30 menit setiap harinya. Setelah sampai dikantor saya mendapat beberapa project dari atasan saya dan saya harus menyelesaikan project itu pada tempo yang sudah ditentukan.

Kenapa Saya Menjadi Programmer
Contoh Programmer yang baru saja selesai pramuka

Lalu apa yang membuat saya menjadi programmer? yang pada akhirnya hanya membuat saya sama dengan pekerja kantoran biasa?

Ada beberapa hal penting yang didapatkan ketika bekerja sebagai programmer diperusahaan tersebut. Hal yang pertama adalah Sudut pandang orang lain terhadap pekerjaan seorang programmer. Orang awam yang masih meraba tentang apa itu IT (Information Technology) akan mencap semua programmer memiliki kapasitas dan kemampuan yang sama dengan IT Consultant atau PC Repairman. Sudut pandang ini adalah hal yang sangat salah.

Berikutnya adalah tentang pentingnya Komitmen. Komitmen itu bagaikan ikatan yang mau tidak mau harus dipegang dan berusaha agar ikatan itu tidak lepas. Didalam dunia kerja, komitmen merupakan hal yang sangat vital. Relasi, pandangan dan hubungan sosial dilingkungan kerja akan berpatok pada komitmen didalam pekerjaan.

Dan yang terakhir adalah Team Work. Dalam hal ini mungkin semua industri manapun akan mengusung kata ini agar semua tujuan yang mereka canangkan akan lebih mudah tercapai. Akan tetapi menurut saya (Pribadi), Team Work saat pengerjaan sebuah project aplikasi kadang dapat menjadi efisien dan efektif dan kadang pula dapat menjadi boomerang untuk tim tersebut.

Dalam sebuah tim terdapat banyak kepribadian dan kemampuan dalam setiap individu nya. Perbedaan itu ada yang menguntungkan dan juga merugikan disetiap pihak. Profesionalitas harus diusung. Segala ego pribadi, sektoral dan departement harus disingkirkan. Fokus untuk mencapai tujuan bersama, bukan tujuan individu. Ada juga point yang harus ditekankan dalam kerja sama tim adalah standarisasi (Kode , Skill dan Cara Berkomunikasi). Semua itu termasuk point penting dalam mengawali kerja sama tim yang baik.


Kenapa saya menjadi programmer kantoran ?


Saya masih muda dan saya ingin membangun masa depan saya ketika masih muda.

Sebuah kalimat yang selalu saya canangkan didalam kehidupan saya. Mungkin terdengar biasa dan monoton, akan tetapi bagi saya kalimat ini sangat berarti untuk saya dan keluarga saya kedepannya.

Menjadi programmer kantoran mungkin bukan satu - satunya pilihan untuk mencapai tujuan itu. Ini hanyalah salah satu jalan yang saya tempuh diantara jutaan jalan lainnya. Programmer kantoran mungkin terlihat membosankan ketimbang programmer StartUp atau Production House. Akan tetapi jalan ini harus saya lalui agar dapat melangkah lebih jauh lagi.

Ini bukan akhir, saya tidak mau berakhir sebagai programmer kantoran yang biasa - biasa saja. Bukan berarti saya benci dengan pekerjaan saya sebagai programmer kantoran, bukan. Saya ingin mencapai sesuatu yang lebih tinggi lagi. Menjadi seorang IT Manager atau Software Architecture mungkin menjadi check point saya. Dan dari check point itu saya harus melangkah lebih jauh lagi.

Mungkin hal yang saya sampaikan seperti kutipan dibawah ini.

“Saya tidak bisa mengubah arah angin, namun saya bisa menyesuaikan pelayaran saya untuk selalu menggapai tujuan saya.” – Jimmy Dean

Sekian dari saya.