Bismillah,

Halo readers anbi, kali ini bahas something yang sering kita pake tiap hari yok. Apa itu? Hiyyak, teknologi 4G LTE. Si 4G udah jadi makanan kita sehari-hari apalagi sekarang dimasa pandemic mengharuskan semua orang yang bekerja, belajar dan sejenisnya dilakukan secara dalam jaringan. Yang mana sebagiannya masih menggunakan 4G ini entah itu di modem, atau pun di smartphone kalian.

Nah, supaya kalian lebih akrab sama smartphone kalian cus kita bahas si LTE ini yaa.


LTE ?


Long Term Evolution (LTE), jaringan antarmukanya tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah. Teknologi ini mampu mengunduh sampai dengan kecepatan 300Mbps dan upload 75Mbps. Layanan LTE pertama kali dibuka oleh perusahaan TeliaSonera di Stockholm dan Oslo pada tanggal 14 Desember 2009 (Sumber : Wikipedia).

Dari definisi tersebut cukup waw sekali melihat kecepatan upto 300Mbps, tapi pernah tidak kalian mendapatkan kecepatan tersebut hanya menggunakan smartphone kalian?

Yups, untuk saat ini mayoritas smartphone belum bisa, tapi tidak menutup kemungkinan juga ada beberapa yang udah bisa. Karena ada beberapa hardware yang belum mendukung hal tersebut. Nanti akan kita breakdown bersama.

Berbicara mengenai jaringan 4G ini, di Indonesia sendiri mayoritas hampir 90% dari jumlah populasi sudah dapat dipastikan sudah mengenyam teknologi ini. Yang seperti kita ketahui jaringan di Indonesia didominasi oleh Operator Telkomsel, ya maklum sih perusahaan punya negara. Seperti berikut coverage 4G di Indonesia.

Capture nperf.com Telkomsel coverage area
Capture nperf.com Telkomsel coverage area

Cukup crowded sekali di Pulau Jawa ini ya, dan cukup miris juga untuk Indonesia bagian timur. Enak ya tinggal di Jawa. Namun, menurut saya pemerintah sudah berusaha keras untuk menambah coverage area jaringan ini, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan akan cukup sulit dan menantang untuk melebarkan jaringan ini secara cepat dan akurat. Tidak seperti negara-negara tetangga yang coverage areanya cenderung lebih kecil.

Dari capture tersebut kita jadi tahu jaringan 4G ada juga yang 4G+. waw. Apa itu? Yuk kita bahas macam jenis 4G.


Jenis 4G


  • 4G LTE FDD (Frequency Division Duplex) jenis 4G ini menggunakan frekuensi 800Mhz – 1800Mhz. Nah penggunaan FDD ini menggunakan frekuensi yang berbeda untuk melakukan unduhan dan unggahan pada waktu yang sama.
  • 4G LTE TDD (Time Division Duplex) menggunakan frekuensi 2300Mhz. Penggunaan frekuensi yang sama untuk melakukan unduhan dan unggahan namun diwaktu yang berbeda.
  • LTE-A (Advanced) 4G+ rentang frekuensinya 900Mhz-2300Mhz. Infonya ini merupakan teknologi gabungan TDD dan FDD, dan pastinya kecepatan unduh dan unggah yang lebih tinggi.

Kategori 4G (User Equipment)


Lalu, 4G LTE sendiri punya kecepatan yang disesuaikan kedalam beberapa kategori, nah penggolongan kategori ini disebut dengan cat, merupakan pengkategorian datarate uplink/downlink maksimal yang bisa ditangani oleh perangkat (ponsel/smartphone). Perhatikan data berikut.


UE CatDownlink (Mbps)Uplink (Mbps)
Cat 415050
Cat 630050
Cat 7300100
Cat 945050
Cat 10450100
Cat 12600100
Cat 13400150
Cat 161000n/a

Dimulai dari Cat 4 dikarenakan di Indonesia sendiri perkembangan 4G dimulai dari Cat 4 ya. Nah dari data tersebut gak serta merta smartphone kamu auto segitu kecepatannya hehe, perlu dilihat dari sisi Operator seluler juga. Si Operator juga mesti support juga ya.

Oh iya terus gimana cara ngecek smartphone kamu Cat (kategori) berapa? Cara cek secara online kamu search dulu SoC (Chipset) smartphone-mu pake apa?

Contohnya, saya pake Redmi 6 Pro yang punya SoC Qualcom Snapdragon 625, lalu search aja di google “Snapdragon 625”, lalu klik website paling atas biasanya, bakalan tampil semacam begini.

“Snapdragon Overview”
Snapdragon Overview

Lalu masuk ke website tersebut, kemudian cek bagian Specifications .

Capture cat pada smartphone
Capture cat pada smartphone

Nah, jadi smartphone saya Redmi 6 Pro udah Cat7 dan Cat13 wadaw ngeriii hehe. Tapi seumur-umur ga pernah speedtest nyentuh angka sesuai tabel, ya karena mungkin aja Operator nya belum support. Yak lanjut lagi ke bagian Band.


LTE Band ?


Di Indonesia sendiri kebanyakan layanan 4G menggunakan teknologi FDD LTE. Seperti halnya Indosat, Telkomsel, XL, Tri mereka memakai FDD, sedangkan penggunaan teknologi TDD digunakan oleh Smartfren dan Bolt yang mana Bolt sekarang udah tidak ada di Indonesia, atau izinnya sudah habis (sumber : kompas). Berikut List Band di Indonesia


OperatorBand
TelkomselBand 3 (1800Mhz), Band 8 (900Mhz), Band 40 (2300Mhz)
Indosat OoredooBand 3 (1800Mhz), Band 4 (2100Mhz), Band 8 (900Mhz)
XL AxiataBand 3 (1800Mhz), Band 8 (900Mhz)
Hutchinson 3 IndonesiaBand 3 (1800Mhz), Band 4 (2100Mhz)
SmartfrenBand 5 (850Mhz), Band 40 (2300Mhz) TDD

Nah mungkin itu dia beberapa informasi yang dapat saya sampaikan untuk saat ini. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kerandoman materi saya, jika ada sanggahan mangga untuk komen di bawah yah .Terima kasih :)